Alasan Dinar Candy Pilih Menjomblo dan Batasi Hubungan Asmara
Disjoki kenamaan Dinar Candy secara terbuka menyatakan keengganannya untuk kembali merajut ikatan asmara dalam waktu dekat meskipun saat ini ia sedang dikabarkan dekat dengan seorang pria asal Turki bernama Resul.
Pilihan untuk tidak terburu-buru mengambil komitmen serius tersebut diambil demi melindungi kesehatan mentalnya dari potensi tekanan batin yang kerap muncul dalam sebuah ikatan percintaan.
Keputusan tegas ini ia sampaikan langsung ketika ditemui oleh awak media di kawasan Studio Trans TV, Jalan Kapten P Tendean, Jakarta Selatan, untuk membahas kelanjutan kehidupan asmaranya.
"Karena kan kalau terikat relationship ya, atau pacaran apa itu takutnya jadi apa ya ke depannya toxic segala macam," ungkap Dinar Candy saat memberikan keterangan kepada para wartawan.
Faktor Usia dan Pengalaman Masa Lalu Jadi Pertimbangan Utama
Selain kekhawatiran akan dinamika hubungan yang tidak sehat, pertimbangan usia serta tingkat kedewasaan turut memengaruhi keputusan bulat perempuan kelahiran Bandung tersebut untuk menyikapi dunia percintaan.
Ia merasa fase kehidupan untuk menjalani hubungan asmara yang bersifat main-main sudah terlewati, sehingga dirinya kini lebih memilih untuk bersikap realistis dalam memandang masa depan.
"Apalagi kan aku sudah dewasa juga ya, masa masih pacar-pacaran kayaknya sudah nggak ini deh, kayaknya sudah nggak apa ya namanya sudah bukan umurnya lagi," tuturnya dengan santai.
Baginya, mencurahkan seluruh energi untuk fokus mengembangkan karier di dunia hiburan jauh lebih penting saat ini dibandingkan harus memikirkan drama asmara yang menguras pikiran.
Rasa Trauma Mendalam dan Permintaan Agar Tidak Sering Dijodohkan
Pengalaman kegagalan dari hubungan asmara sebelumnya ternyata meninggalkan bekas berupa rasa trauma yang membuat sang disjoki menjadi jauh lebih berhati-hati dalam memilih pasangan.
Oleh karena itu, ia secara khusus meminta kepada publik maupun para penggemarnya agar tidak lagi mendesak atau menjodoh-jodohkannya dengan figur pria mana pun secara sembarangan.
Tekanan dari luar yang terus-menerus dijodohkan dinilai hanya akan menambah beban mental yang melelahkan dalam menjalani aktivitas sehari-hari di industri hiburan Tanah Air.
"Kalau pacar-pacaran tuh takut putus, trauma aku. Kalem atuh, kalem atuh. Santai, jangan apa-apa dijodohin, apa-apa dijodohin. Capek loh, Bu, nanti pertanggungjawabannya ke depannya," pungkasnya menutup perbincangan.