Zendaya Tolak Tren Mandi Air Es
Aktris terkenal Zendaya secara terbuka menyatakan keengganannya untuk mengikuti tren kesehatan populer cold plunge atau mandi air es yang sedang digemari banyak pelaku kebugaran di berbagai belahan dunia pada Jumat, 31 Juli 2026. Bintang film Spider-Man tersebut menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak tertarik merendam tubuh dalam air bersuhu dingin ekstrem dan lebih memilih menikmati waktu bersantai dengan mandi air hangat.
Tren cold plunge sendiri melibatkan aktivitas masuk ke dalam air bersuhu antara 50 hingga 60 derajat Fahrenheit selama satu hingga lima menit guna meredakan nyeri otot pasca berolahraga. Meskipun banyak pegiat kebugaran memuji manfaat terapi air dingin tersebut untuk pemulihan fisik dan kesehatan mental, sejumlah ahli justru mengungkapkan pandangan berbeda mengenai efektivitas metode ini bagi tubuh perempuan.
Dokter spesialis kedokteran olahraga dari Cleveland Clinic, Dominic King, menjelaskan bahwa sebagian orang memang merasakan manfaat fisik dan mental yang signifikan dari terapi es. Namun, pendapat berbeda datang dari pakar fisiologi olahraga Dr Stacy Sims yang secara khusus menyoroti dampak terapi air es terhadap metabolisme tubuh perempuan.
Menurut Dr Stacy Sims dalam sebuah siniar populer, perempuan tidak memerlukan paparan suhu sedingin itu karena memberikan reaksi biologis yang tidak sama dengan laki-laki. 'Women don"t need to be as cold," ujar Dr Stacy Sims saat membahas respons tubuh perempuan terhadap paparan air es ekstrem.
Alasan Ilmiah Mengapa Perempuan Berbeda
Dr Stacy Sims memaparkan bahwa saat perempuan merendam diri di dalam air es, tubuh mereka memicu respons stres yang jauh lebih kuat dibandingkan laki-laki. Alih-alih mendapatkan manfaat metabolik yang optimal, kejutan suhu ekstrem tersebut justru mendorong tubuh perempuan masuk ke fase penutupan melalui aktivasi sistem saraf simpatis.
Perbedaan respons fisiologis ini dipengaruhi oleh komposisi tubuh perempuan yang umumnya memiliki lebih banyak lemak tubuh serta mengandalkan proses vasodilatasi dan vasokonstriksi untuk mengatur suhu internal. Sejumlah penelitian pendukung juga menunjukkan bahwa manfaat tidur nyenyak setelah mandi air es lebih banyak dilaporkan oleh kaum pria.
Sebuah analisis ilmiah yang dipublikasikan pada tahun 2025 dalam jurnal PLOS One mencatat bahwa laki-laki merasakan peningkatan kualitas tidur usai terapi es, sementara efek serupa tidak ditemukan secara signifikan pada perempuan. Temuan ini memperkuat argumen bahwa intervensi kebugaran tertentu perlu disesuaikan berdasarkan perbedaan gender.
Temuan tersebut sekaligus mendukung preferensi Zendaya yang lebih memilih mandi air hangat atau berendam lama di dalam kamar mandi saat merasa lelah atau kewalahan menghadapi aktivitas harian yang padat.
Sauna Jadi Alternatif Lebih Baik
Sebagai alternatif dari mandi air es, Dr Stacy Sims merekomendasikan aktivitas pemanasan seperti menggunakan sauna yang dinilai jauh lebih ramah bagi toleransi tubuh perempuan. Perempuan terbukti mampu menoleransi paparan panas dengan sangat baik karena tubuh mereka merespons suhu tinggi secara bertahap demi melindungi sel-sel tubuh.
Tubuh perempuan merespons panas sauna dengan memproduksi protein kejut panas yang berfungsi melindungi sel dari stres serta mendukung proses perbaikan jaringan otot secara efektif. Paparan panas yang teratur juga terbukti mampu memperlancar aliran darah ke otak serta menjaga elastisitas pembuluh darah agar tetap optimal.
Aktivitas sauna minimal selama 10 hingga 15 menit sebanyak dua kali dalam seminggu dapat memberikan berbagai manfaat kesehatan kardiovaskular jangka panjang bagi perempuan. Manfaat tersebut mencakup perbaikan tekanan darah, kontrol glukosa darah, serta metabolisme lemak yang lebih efisien seiring bertambahnya usia.
Penelitian lanjutan dari Montreal Heart Institute juga menegaskan bahwa kombinasi antara kebiasaan olahraga teratur dan penggunaan sauna dapat meningkatkan kebugaran kardiorespirasi secara menyeluruh bagi setiap individu di masa mendatang.