Aktor Dominic Sessa membintangi film biografi Tony sebagai Anthony Bourdain
Dominic Sessa memerankan Anthony Bourdain muda dalam film Tony

Film Biografi Tony, Mengangkat Kisah Masa Muda Anthony Bourdain

Oleh Parsaoran Silalahi 2026-08-01 3 menit

Film biografi terbaru berjudul Tony mengangkat kisah masa muda koki sekaligus penjelajah kuliner terkenal dunia, Anthony Bourdain, di Provincetown, Massachusetts.

Kisah Masa Muda Anthony Bourdain dalam Film Tony

Aktor Dominic Sessa sukses menghidupkan karakter koki legendaris Anthony Bourdain dalam film biografi terbaru berjudul 'Tony' yang disutradarai oleh Matt Johnson. Film berdurasi 106 menit ini dijadwalkan tayang di bioskop mulai 7 Agustus mendatang dengan rating R untuk konten dewasa dan bahasa.

Alih-alih membahas akhir hidup sang koki yang tragis pada 2018, film ini memilih fokus pada musim panas pertama Bourdain yang penuh gejolak di Provincetown, Massachusetts, pada tahun 1973. Keputusan kreatif ini berhasil menghindari bayang-bayang kelam sekaligus mengubah kisah hidupnya menjadi sebuah film perjalanan usia dewasa yang sangat menghibur.

Sutradara Matt Johnson mengadaptasi esai Salon tulisan Bourdain serta memoarnya yang berjudul "Kitchen Confidential" dengan mengambil inspirasi dari masa-masa pemberontakannya. Dalam film ini, Tony digambarkan sebagai pemuda berusia 19 tahun yang datang ke Cape Cod berbekal kebohongan demi mengejar seorang gadis bernama Nancy yang diperankan oleh Emilia Jones.

"Saya adalah pemuda yang manja, menyedihkan, narsis, merusak diri sendiri, dan tidak berpikir panjang yang sangat membutuhkan didikan keras," ujar Bourdain dalam esainya yang mendasari premis utama film tersebut.

Dinamika Kehidupan Dapur dan Peran Apik Dominic Sessa

Setibanya di kota pantai tersebut, hari pertama Tony langsung diwarnai keributan akibat kebiasaannya menenggak minuman keras dan mulutnya yang tajam. Ia sempat dihajar oleh seorang koki galak yang diperankan Antonio Banderas serta rekan kerjanya bernama Sal yang diperankan oleh Leo Woodall.

Hanya dalam waktu 24 jam setelah insiden tersebut, Tony akhirnya tinggal di beranda sang koki dan bekerja sebagai pencuci piring untuk bertahan hidup. Latar tahun 1970-an dipilih secara cermat untuk memberikan suasana yang otentik, lengkap dengan gaya hidup tanpa ponsel dan aturan sosial yang serba bebas.

Dominic Sessa, yang sebelumnya dikenal lewat film "The Holdovers", dinilai sangat cocok memerankan sosok Bourdain secara fisik maupun spiritual. Aktor muda berambut keriting ini berhasil menampilkan sisi karismatik sekaligus menyebalkan dari Bourdain yang selalu berhasil memikat hati para penontonnya.

Di restoran tempatnya bekerja, Tony mulai terpesona oleh dunia kuliner profesional yang keras namun penuh gairah meskipun dikelilingi oleh rekan-rekan kerja yang kasar dan vulgar. Pengalaman magis melihat berbagai kejadian di dapur membuka jalan baginya untuk menghormati dunia memasak dengan lebih serius.

Menghidupkan Kembali Warisan Kuliner Sang Koki Legendaris

Menjelang akhir cerita, film ini memperlihatkan momen saat Tony mulai mewujudkan impian barunya untuk mendaftar ke Culinary Institute of America. Bahkan, koki terkenal Eric Ripert dari restoran Le Bernardin turut hadir sebagai salah satu penguji dalam adegan wawancara tersebut.

Kehadiran para tokoh kuliner asli dan sentuhan personal dalam film ini memberikan penghormatan yang layak bagi perjalanan hidup sang legenda. Walaupun penonton tetap diingatkan pada akhir hidupnya yang menyedihkan, film ini merayakan semangat hidup Bourdain secara utuh.

Karakter mentor misterius yang diperankan Antonio Banderas merepresentasikan sosok-sosok penting yang menginspirasi Bourdain di awal kariernya. Tokoh tersebut mengajarkan bahwa makanan bukan sekadar pengisi perut atau sumber uang, melainkan sesuatu yang mampu mengubah jalan hidup seseorang.

Secara keseluruhan, film 'Tony' berhasil merangkum kepribadian seorang petualang kuliner yang blak-blakan dan apa adanya tanpa terasa menggurui. Penonton diajak mengenang kembali sosok yang memperkenalkan indahnya dunia lewat makanan dan perjalanan.

Parsaoran Silalahi

Parsaoran Silalahi

Parsaoran Silalahi adalah jurnalis film yang berfokus pada dunia perfilman Indonesia dan internasional. Lulusan Ilmu Peternakan dari Institut Pertanian Bogor ini memiliki perspektif unik dalam mengulas film, mulai dari aspek produksi, sinematografi, hingga dampak sosial dari sebuah karya film. Ia dikenal dengan liputannya yang mendalam tentang festival film, review film yang kritis, serta wawancara dengan sineas dan aktor ternama, menjadikannya sumber terpercaya bagi pencinta film di tanah air.