Kantor dan logo Disney serta aktivitas penyiaran televisi ABC di Amerika Serikat
Ilustrasi konflik antara Disney dan Komisi Komunikasi Federal (FCC) terkait izin siaran.

Disney Layangkan Dokumen 109 Halaman, Serang Kebijakan FCC dan Pemerintahan Trump

Oleh Tim Redaksi Victor Weekend 2026-07-30 3 menit

Disney melayangkan dokumen setebal 109 halaman untuk melawan langkah FCC yang meninjau ulang izin siaran stasiun televisi ABC di bawah pemerintahan Trump.

Disney Protes Keras Peninjauan Izin Siaran oleh FCC

Perusahaan hiburan multinasional Disney resmi meningkatkan ketegangan konfliknya dengan Komisi Komunikasi Federal atau FCC setelah lembaga tersebut meluncurkan peninjauan awal terhadap delapan izin stasiun televisi milik ABC atas dugaan pelanggaran aturan anti-diskriminasi di Amerika Serikat pada Juli 2026.

Dalam dokumen setebal 109 halaman yang diajukan ke badan pengawas penyiaran tersebut, pihak Disney mengecam keras tindakan pemerintah dan menilainya sebagai bentuk pembalasan politis atas konten program siaran serta kritik pedas yang dilontarkan oleh komedian Jimmy Kimmel terhadap Presiden Donald Trump.

Pihak FCC sendiri berargumen bahwa penyelidikan yang sedang berlangsung berakar dari audit menyeluruh terhadap program keberagaman, kesetaraan, dan inklusi atau DEI internal yang telah lama menjadi target pengawasan dalam agenda deregulasi pemerintahan Trump di lingkungan korporasi besar.

Ancaman pencabutan izin penyiaran ini mencakup sejumlah stasiun lokal penting seperti KABC-TV di Los Angeles, WABC-TV di New York, serta beberapa fasilitas siaran di San Francisco, Fresno, Houston, dan Philadelphia yang kini berada di ambang ketidakpastian operasional.

Sorotan Tajam Terhadap Program Talkshow The View

Selain persoalan izin stasiun lokal, FCC juga secara terpisah mempertanyakan status program bincang-bincang siang hari milik ABC yaitu The View terkait pengecualian aturan waktu yang setara atau equal-time rules yang selama ini berlaku untuk acara siaran bermuatan politik.

Pemeriksaan terhadap acara tersebut bermula ketika The View menghadirkan kandidat Senat dari Partai Demokrat asal Texas, yakni James Talarico, sebagai narasumber dalam sesi wawancara khusus pada bulan Februari 2026 lalu.

Kehadiran politisi tersebut memicu pertanyaan serius dari regulator mengenai apakah para kandidat rival dari partai politik lain berhak mendapatkan jatah durasi siaran yang setara berdasarkan ketentuan hukum penyiaran federal yang berlaku.

Sebagai tanggapan atas desakan tersebut, para pengacara dan perwakilan hukum dari pihak ABC bersama afiliasinya di Houston secara resmi meminta FCC untuk menegaskan kembali keputusan badan pengawas pada tahun 2002 yang menetapkan The View sebagai program wawancara berita sah yang kebal dari aturan waktu setara.

Pertempuran Hukum Menyangkut Kebebasan Pers dan Editorial

Konflik hukum ini semakin memanas ketika para eksekutif dan tim hukum ABC menegaskan bahwa tindakan agresif yang dilakukan oleh lembaga regulator federal merupakan bentuk intervensi langsung terhadap independensi ruang redaksi dan kebebasan berekspresi.

Melalui dokumen tanggapan resmi yang dirilis awal bulan ini, tim hukum perusahaan menyatakan bahwa Konstitusi Amerika Serikat melalui Amandemen Pertama secara tegas melarang pemerintah untuk campur tangan dalam penentuan arah pemberitaan media.

Di sisi lain, sejumlah kelompok konservatif termasuk Media Research Center, America First Legal, Center for American Rights, dan Article III Project justru mendesak FCC agar menolak perpanjangan izin siaran ABC dengan alasan adanya dugaan bias politik dan kegagalan memenuhi kepentingan publik.

Dampak dari tekanan regulasi ini mulai terlihat ketika program The View dilaporkan secara senyap mengurangi undangan wawancara bagi para politisi yang bertarung di daerah pemilihan kompetitif demi menghindari gesekan hukum lebih lanjut dengan pihak berwenang.

Tim Redaksi Victor Weekend

Tim Redaksi Victor Weekend

Tim Redaksi Victor Weekend adalah kumpulan jurnalis hiburan dan entertainment profesional yang berdedikasi menyajikan berita hiburan terpercaya secara akurat dan menghibur. Tim ini bekerja dengan kode etik jurnalistik yang ketat dan mengutamakan kepentingan publik dalam setiap pemberitaan, khususnya di bidang musik, film, gaya hidup, selebriti, serta berbagai peristiwa hiburan di Indonesia dan dunia.